Aliran teori belajar yang telah
dipelajari sebelumnya yaitu teori behaviorisme yang menekankan pada hasil dari
proses belajar sehingga harus menunjukkan adanya perubahan, teori kognitif yang
menekankan pada proses belajar, teori konstrutivisme yang menekankan siswa
untuk mengkonstruk atau membangun sendiri pengetahuannya, teori humanistik yang
menekankan pada isi atau apa yang dipelajari dan fungsi belajar untuk kehidupan
nyata itu bagaimana, kali ini akan dibahas mengenai teori sibernetik yang menekankan pada sistem
informasi yang dipelajari. Sibernetik dari kata serapan’Cybernetic’ yang
artinya sistem kontrol dan komunikasi yang memungkinkan feedback atau
umpan balik. Juga berasal dari bahasa yunani yang berarti pengendali atau
pilot.
Menurut teori ini, belajar adalah
pengolahan informasi, jadi yang terpenting adalah "Sistem Informasi"
dari apa yang dipelajari, sedangkan berlangsungnya proses belajar ditentukan oleh
sistem informasi ini. Jadi teori ini beranggapan bahwa tidak ada cara belajar
yang ideal dikarenakan cara belajar yang ditentukan oleh sistem informasi
(penyampaian materi). Sebuah informasi mungkin akan dipelajari oleh seorang
siswa dengan satu macam proses belajar, dan informasi yang sama mungkin akan
dipelajari siswa lain melalui proses belajar yang berbeda.
Teori Sibernetik
oleh Landa dalam pendekatan:
(1)
Algoritmik: proses berpikir linear lurus yang menuju ke satu
target, jadi berpikir secara sistematik tahap demi tahap, seperti memahami
rumus matematika, atau prosedur praktikum
(2)
Heuristik: proses berpikir secara divergen, menyebar ke
beberapa target sekaligus, seperti memahami konsep yang memiliki arti ganda,
pemecahan masalah
Pada
teori ini, komponen pemrosesan informasi dibagi menjadi tiga berdasarkan
perbedaan fungsi, kapasitas, bentuk informasi, serta proses terjadinya. Ketiga
komponen itu adalah:
a. Sensory
Receptor (SR): tempat pertama kali informasi diterima dari luar.
b. Working Memory
(WM): penangkapan informasi yang diberi perhatian oleh individu. Punya kapasitas
yang terbatas, sehingga informasi yang didapat hanya mampu bertahan kurang
lebih 15 detik apabila tanpa adanya upaya pengulangan (rehearsal).
c. Long Term
Memory (LTM): punya kapasitas yang tidak terbatas, informasi yang telah
diterima tidak pernah terhapus
-Proses pengolahan informasi dalam
ingatan dimulai dari proses penyandian informasi (encoding), diikuti
dengan penyimpanan informasi (storage), dan diakhiri dengan
mengungkapkan kembali informasi-informasi yang telah disimpan dalam ingatan (retrieval).
-Menurut teori Gagne, hasil pembelajaran
merupakan keluaran dari pemrosesan informasi yang berupa kecakapan manusia (human
capabilities) yang terdiri atas: informasi verbal (informasi yg diungkapkan
scra tertulis maupun lisan), kecakapan intelektual (interaksi dengan
lingkungan), strategi kognitif (mengelola aktivitas, mengendalikan ingatan),
sikap, dan kecakapan motorik.
Beberapa langkah
dalam implementasi Teori Sibernetik:
-Menentukan
tujuan pembelajaran
-Menentukan
materi pelajaran
-Menentukan pendekatan
belajar yang sesuai dng sistem informasi itu (apakah Algoritmik ataukan
Heuristik)
-Menyusun materi
pelajaran dlm urutan yg sesuai dng sistem informasinya
-Menyajikan
materi & membimbing siswa belajar dng pola yg sesuai dng urutan materi
pelajaran
-Aplikasi
teori sibernetik dalam pembelajaran: Pemrosesan informasi dalam
pembelajaran tidak terlepas dari komunikasi. Melalui komunikasi guru sebagai
sumber menyampaikan informasi materi pelajaran, adanya komunikasi maka timbul
umpan balik. Dengan adanya umpan balik dari siswa, guru akan mengetahui apakah
materi yang disampaikan telah dipahami dan apa kesulitan siswa dalam memahami,
jika ada maka perlu diadakan remidial. Sebaliknya, umpan balik dari guru
misalnya dalam bentuk nilai atas hasil kerja siswa akan mengingatkan kepada
siswa sampai sejauh mana penguasaannya terhadap materi yang sedang dipelajari.
Berdasarkan umpan balik tersebut siswa dapat memutuskan tindakan apa yang harus
dilakukan untuk meningkatkan hasil belajarnya jika kurang memuaskan.
0 komentar:
Posting Komentar