Sabtu, 01 April 2017

PENDEKATAN CTL


- Pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) merupakan proses pendidikan yang bertujuan membantu siswa melihat makna dalam pelajaran yang mereka pelajari dengan cara menghubungkannya dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari, yaitu dengan konteks lingkungan pribadinya, sosial, dan budayanya.
- Konsep Pendekatan CTL: belajar bukanlah menghafal, bukan sekedar mengumpulkan fakta, belajar adalah proses pemecahan masalah, proses pengalaman sendiri yang berkembang secara bertahap dari yang sederhana menuju yang kompleks.
- Karakteristik Pembelajaran Kontekstual:
(1) pembelajaran dilaksanakan dalam konteks yang autentik
(2) pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan tugas-tugas yang bermakna (meaningful learning).
(3) pembelajaran dilaksanakan dengan memberikan pengalaman bermakna kepada siswa melalui proses mengalami (learning by doing).
(4) pembelajaran dilaksanakan melalui kerja kelompok, berdiskusi, saling mengoreksi (learning in a group).
(5) kebersamaan, kerja sama saling memahami dengan yang lain secara mendalam (learning to know each other deeply).
(6) pembelajaran dilaksanakan secara aktif, kreatif, kreatif, dan mementingkan kerja sama (learning to ask, to inquiry, to York together).
(7) pembelajaran dilaksanakan dengan cara yang menyenangkan (learning as an enjoy activity).
- Komponen – Komponen CTL
(1) Konstruktivisme, dimana siswa membangun dan mengembangkan pengetahuannya sendiri sedikit demi sedikit, melalui konteks yang terbatas dan tidak spontan
(2) Menemukan (inquiri), dengan melakukan observasi, kemudian bertanya dan mengajukan dugaan, melakukan pengumpulan data, lalu membuat kesimpulan
(3) Bertanya (Questioning), kegiatan bertanya berguna untuk menggali informasi, mengecek pemahaman siswa, membangkitkan respon siswa, memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki guru
(4) Masyarakat Belajar (Learning Comunity), maksudnya yaitu adanya hasil pembelajaran itu diperoleh dari kerjasama, diskusi, sehingga ada sharing dengan teman atau antar kelompok , yang awalnya belum tahu menjadi tahu, sehingga menambah ilmu
(5) Pemodelan ( Modeling), sebaiknya dalam mengajar keterampilan tertentu, guru memberi model yang dapat ditiru oleh siswa, seperti melukis, cara menggunakan penggaris dan sebagainya
(6) Refleksi ( Reflection), seseorang berpikir tentang apa yang baru dipelajari, dan apa-apa yang dipelajari sebelumnya, berpikir apa-apa yang salah dan apa yang perlu diperbaiki, dan berpikir bagaimana melakukan sesuatu agar menjadi lebih baik dari sebelumnya
(7) Penilaian yang sebenarnya ( Autenthic Assesment), proses pengumpulan data yang diperoleh dari kegiatan nyata yang dikerjakan siswa selama proses pembelajaran, bukan dari hasil mengerjakan tes akhir.
-          Penerapan Pendekatan CTL di Kelas
Secara garis besar langkah-langkah untuk menerapkan ketujuh komponen CTL tersebut adalah sbb:
(1) Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri, dan mengkontruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya.
(2) Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik
(3) Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya.
(4) Ciptakan "masyarakan belajar" (belajar dalam kelompok)
(5) Hadirkan "model" sebagai contoh pembelajaran
(6) Lakukan refleksi di akhir pertemuan
(7) Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara




0 komentar:

Posting Komentar

 
- Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template