Sabtu, 15 April 2017

REFLEKSI DIRI DAY 15: TANGAN DIATAS LEBIH BAIK DARIPADA TANGAN DIBAWAH


Refleksi Diri Day 15
Oleh: Ira Hayani

Hari ini saya belajar mengenai inkuiri dalam pembelajaran sains, inkuiri merupakan proses bertanya dan mencari tahu jawaban terhadap pertanyaan ilmiah yang diajukan. Model pembelajaran ini dibagi menjadi dua yaitu induksi dan deduksi, pada model induksi, siswa mencari masalahnya sendiri, sedangkan pada deduksi, permasalahan diberi oleh guru. Dari belajar menemukan masalah dan memecahkan masalah, maka seseorang dapat mengembangkan kerangka berpikirnya. Terkait dengan proses inkuiri, tanpa adanya aktivitas maka inkuiri itu tidak pernah terjadi, karena misalnya dari aktivitas praktikum atau mengamati sesuatu pasti muncul pertanyaan yang bersifat ilmiah, dari situlah siswa akan bertanya dan mulai penasaran sehingga akan siswa tersebut akan berusaha mencari jawabannya. Pada proses pembelajaran kebanyakan, siswa kebiasaan menerima itu sudah menjadi budaya, bahwa siswa pergi ke sekolah untuk menerima pelajaran, dan itu kebiasaan itu harus diimbangi dengan pembelajaran inquiri agar membuat seseorang dapat belajar berpikir kritis.

Dalam hadis Rasul disebutkan bahwa tangan diatas lebih baik daripada tangan diatas, hal itu bukan hanya aspek dalam memberikan harta benda, padahal terkait banyak aspek, termasuk dalam aplikasi di dunia pendidikan. Jadi seseorang harus berpikir apa yang harus saya sumbangkan saat berangkat sekolah, jadi setidaknya sudah membawa bekal ilmu sedikit dari rumah agar bisa sharing dan berbagi ilmu dengan teman-temannya. Karena putuslah amalan seseorang kecuali 3 perkara yaitu sedekah jariyah, doa anak sholeh kepada orangtuanya, dan ilmu yang bermanfaat. Jadi dengan saling memberi dan berbagi ilmu akan membuat amalan yang tiada putusnya, karena ilmu tersebut akan dipakai dan diwariskan dari generasi ke generasi. Sehingga ilmu itu harus disumbangkan dengan ikhlas.

Terkait dengan inkuiri, ada uji hipotesis, pada siswa sd digunakan model deduksi, jadi seorang guru terlebih dulu memberikan permasalah kepada siswa, misal dengan menanyakan “apakah cahaya pagi lebih baik untuk fotosintesis, ataukah siang hari yang lebih baik ?” jadi harus ada proses deduksi sehingga untuk siswa sd tidak serta merta menghubungkan 2 variabel. Kemudian ketika ada beberapa siswa yang tidak berpendapat, guru harus bisa mengarahkan mereka agar mempunyai pendapat, jadi guru tidak boleh membiarkan anak tidak punya pendapat karena mereka bisa jadi belum paham dan harus diarahkan perlahan agar memahami.




0 komentar:

Posting Komentar

 
- Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template