Minggu, 16 April 2017

PROBLEM BASE LEARNING dan PROBLEM SOLVING


-Problem Based Learning (PBL) ini dipusatkan kepada masalah-masalah yang disajikan oleh guru dan siswa menyelesaikan masalah tersebut dengan seluruh pengetahuan dan keterampilan mereka dari berbagai sumber yang dapat diperoleh. Problem Based Learning (PBL) atau Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) adalah metode belajar yang membelajarkan peserta didik untuk memecahkan masalah dan merefleksikannya dengan pengalaman mereka, sehingga memungkinkan dikembangkannya keterampilan berpikir (penalaran, komunikasi dan koneksi) dalam memecahkan masalah yang bermakna, relevan dan kontekstual. PBL merupakan salah satu metode dalam model pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) yang didasarkan pada teori belajar konstruktivisme.

-Berdasarkan teori yang dikembangkan Barrow, Min Liu (2005) menjelaskan karakteristik dari PBM, yaitu :
1. Learning is student-centered
Proses pembelajaran dalam PBL lebih menitikberatkan kepada siswa sebagai orang belajar. Oleh karena itu, PBL didukung juga oleh teori konstruktivisme dimana siswa didorong untuk dapat mengembangkan pengetahuannya sendiri.
2. Authentic problems form the organizing focus for learning
Masalah yang disajikan kepada siswa adalah masalah yang otentik sehingga siswa mampu dengan mudah memahami masalah tersebut serta dapat menerapkannya dalam kehidupan profesionalnya nanti.
3. New information is acquired through self-directed learning
Dalam proses pemecahan masalah mungkin saja siswa belum mengetahui dan memahami semua pengetahuan prasyaratnya, sehingga siswa berusaha untuk mencari sendiri melalui sumbernya, baik dari buku atau informasi lainnya.
4. Learning occurs in small groups
Agar terjadi interaksi ilmiah dan tukar pemikiran dalam usaha membangun pengetahuan secara kolaborative, maka PBM dilaksakan dalam kelompok kecil. Kelompok yang dibuat menuntut pembagian tugas yang jelas dan penetapan tujuan yang jelas.
5. Teachers act as facilitators.
Pada pelaksanaan PBM, guru hanya berperan sebagai fasilitator. Namun, walaupun begitu guru harus selalu memantau perkembangan aktivitas siswa dan mendorong siswa agar mencapai target yang hendak dicapai.
-Langkah-Langkah PBM
Pelaksanaan PBM memiliki ciri tersendiri berkaitan dengan langkah pembelajarannya. Barret (2005) menjelaskan langkah-langkah pelaksanaan PBM sebagai berikut :
1. Siswa diberi permasalahan oleh guru (atau permasalahan diungkap dari pengalaman siswa)
2. Siswa melakukan diskusi dalam kelompok kecil
3. Siswa melakukan kajian secara independen berkaitan dengan masalah yang harus diselesaikan. Mereka dapat melakukannya dengan cara mencari sumber di perpustakaan, database, internet, sumber personal atau melakukan observasi
4. Siswa kembali kepada kelompok PBM semula untuk melakukan tukar informasi, pembelajaran teman sejawat, dan bekerjasaman dalam menyelesaikan masalah.
5. Siswa menyajikan solusi yang mereka temukan
6. Siswa dibantu oleh guru melakukan evaluasi berkaitan dengan seluruh kegiatan pembelajaran. Hal ini meliputi sejauhmana pengetahuan yang sudah diperoleh oleh siswa serta bagaiman peran masing-masing siswa dalam kelompok.

-Kelebihan PBM
·         Siswa didorong untuk memiliki kemampuan memecahkan masalah dalam situasi nyata
·         Siswa memiliki kemampuan mengkonstruk pengetahuannya sendiri melalui aktivitas belajar
·         Pembelajaran berfokus pada masalah sehingga materi yang tidak ada hubunganna tidak perlu saat itu dipelajari oleh siswa. Hal ini mengurangi beban siswa dengan menghafal atau menyimpan informasi
·         Terjadi aktivitas ilmiah pada siswa melalui kerja kelompok
·         Siswa terbiasa menggunakan sumber-sumber pengetahuan baik dari perpustakaan, internet, wawancara dan observasi
·         Siswa memiliki kemampuan menilai kemajuan belajarnya sendiri
·         Siswa memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi ilmiah dalam kegiatan diskusi atau presentasi hasil pekerjaan mereka
·         Kesulitan belajar siswa secara individual dapat diatasi melalui kerja kelompok
-Kekurangan PBM
·         PBM tidak dapat diterapkan untuk setiap materi pelajaran, ada bagian guru berperan aktif dalam menyajikan materi. PBM lebih cocok untuk pembelajaran yang menuntut kemampuan tertentu yang kaitannya dengan pemecahan masalah
·         Dalam suatu kelas yang memiki tingkat keragaman siswa yang tinggi akan terjadi kesulitan dalam pembagian tugas
·         PBM biasanya membutuhkan waktu yang tidak sedikit sehingga dikhawatirkan tidak dapat menjangkau seluruh konten yang diharapkan walapun PBM berfokus pada masalah bukan konten materi
·         Membutuhkan kemampuan guru yang mampu mendorong kerja siswa dalam kelompok secara efektif, artinya guru harus memilki kemampuan memotivasi siswa dengan baik
·         Adakalanya sumber yang dibutuhkan tidak tersedia dengan lengkap




      -Metode pembelajaran problem solving merupakan suatu metode dalam pendidikan dan pengajaran dengan aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah dari yang sederhana sampai yang paling rumit, metode ini tidak mengharapakan siswa hanya sekedar  mendengarkan, mencatat, kemudian menghafal materi pelajaran akan tetapi melalui metode problem solving siswa aktif berpikir, berkomunikasi, mencari dan akhirnya menyimpulkan. Sehingga dengan begitu siswa akan dapat mengembangkan kemampuan berfikirnya.

      -Hakikat Masalah Dalam Metode Problem Solving adalah kesenjangan antara situasi nyata dan kondisi yang diharapkan. Oleh karena itu maka topik tidak terbatas pada materi pelajaran yang bersumber dari buku saja, akan tetapi juga dapat bersumber dari peristiwa tertentu, keadaan sekitar, dan pada kehidupan sehari-hari.

      -Untuk memilih sebuah bahan pelajaran dalam metode pembelajaran problem solving sebaiknya bahan pelajaran tersebut mengandung ilmu dan konflik, juga familiar dengan siswa, agar siswa memahami permasalahan yang diberikan sehingga aktivitas belajar berjalan dengan lancar, selain itu juga harus sesuai dengan tujuan pembelajaran.

-Kelebihan Metode Problem Solving
1.      Metode ini membuat pendidikan disekolah menjadi lebih relevan dengan kehidupan.
2.      Dapat membiasakan para siswa menghadapi permasalahan di dalam kehidupan mulai dari yang sederhana hingga yang rumit.
3.      Merangsang pengembangan berfikir siswa secara kreatif dan menyeluruh
4.      Melatih siswa untuk mengidentifikasikan dan melakukan penyelidikan
5.      Memberikan kesempatan pada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata.

-Kelemahan Metode Problem Solving
1. Manakala siswa tidak memiliki minat dan tidak memiliki keercayaan bahwa masalah yang di pelajari sulit dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba
2.      Mengubah kebiasaan siswa belajar dari mendengarkan dan menerima informasi dari guru menjadi belajar dengan banyak berfikir memecahkan permasalahan sendiri atau kelompok kadang memerlukan berbagai sumber belajar merupakan kesulitan tersendiri bagi siswa
3.      Proses belajar mengajar dengan menggunakan metode ini sering memerlukan waktu yang cukup banyak.

0 komentar:

Posting Komentar

 
- Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template