Sabtu, 11 Februari 2017

REFLEKSI DAY 6: STUDYING TO BE BETTER


Nama         : Ira Hayani
NIM          : 150341601970
Offering    : B

Hari ini saya mempelajari tentang teori belajar behavioristik, dengan diskusi bersama teman-teman dan diskusi hari ini dipimpin oleh Dheka. Berdasarkan hasil diskusi teori belajar behavioristik ini merupakan teori belajar yang menekankan adanya perubahan tingkah laku yang semakin baik sebagai hasil dari belajar. Jadi seseorang dikatakan belajar apabila terdapat perubahan perilaku yang dapat diamati. Teori ini juga memiliki faktor stimulus dan respon, maksud dari stimulus atau rangsangan ini yaitu suatu energi yang dapat merubah perilaku siswa, dan apa saja yang diberikan oleh guru sedangkan respon itu merupakan dampak dari stimulus tadi atau juga bisa apa saja yang dihasilkan oleh siswa.

Contoh dari teori behavioristik ini:
-nilai, siswa dikatakan belajar jika dapat menjawab soal perkalian sehingga mendapat nilai yang tinggi, padahal kecerdasan, cara belajar, proses memahami dan waktu belajar tiap anak itu berbeda-beda. Jadi kekurangan teori behavioristik ini tidak terlalu memperdulikan atau kurang menilai cara dan proses belajar seorang anak. Padahal kecerdasan tiap anak itu berbeda.

-terlambat, misal seorang siswa dikatakan belajar jika awalnya sering datang terlambat, kemudian beberapa minggu kemudian dia mulai datang pagi sehingga tidak terlambat, karena adanya perubahan tingkah laku yang lebih baik

Penerapan dalam pembelajaran teori behavioristik ini yang digunakan adalah berupa stimulus respons yang berasal dari penguatan berupa pujian atau hukuman berupa teguran. Sehingga apabila siswa dapat mengerjakan dengan baik maka akan diberi reward, sedangkan yang tidak bisa akan diberi hukuman berupa teguran. Hukuman yang diberikan maksudnya yaitu agar siswa tersebut terangsang untuk berusaha belajar lebih baik lagi. Hukuman boleh digunakan sebagai alat pembelajaran, tetapi perlu hatihati.

Pada teori kognitif, belajar itu tidak harus sesuatu yang dapat diamati, misalnya bagaimana siswa belajar proses mengingat

Information processing: teori kognitif tentang belajar dengan menganalogikan otak manusia seperti komputer, jadi ada penerima, pemroses, dan penyimpanan, dan responnya, dalam teori ini otak ada 2 bagian:
      1)      ada memori jangka pendek (short-term memory) bila informasi itu datang begitu saja masuk sehingga masuk ke memori jangka pendek, dan tidak disimpan, hanya sekedar hafal sesaat saja  
      2)      memori jangka panjang (long-term memory), agar sesuatu masuk ke memori jangka panjang, maka harus ada akuisisi, ada kerangka pemahaman

eg: sewaktu sd pengertian fotosintesis yaitu proses masak makanan dalam tumbuhan jadi ibarat ada dapurnya, lalu sewaktu smp ada fotosintesis itu ternyata perlu cahaya dan perlu oksigen, saat mahasiswa dalam fotosintesis ternyata ada reaksi fotosistem I dan II, siklus krebs dsb. Jadi informasi baru itu memperkaya kerangka konseptual kita, sehingga apabila sudah terkonsep maka akan masuk memori juga panjang (long-term memory).

Dalam aplikasinya ada taksonomi bloom: dari tingkatan taksonomi bloom yang berbeda buka beda tingkat kesulitannya, melainkan menunjukka perbedaan kompleksitas berpikir. Level dalam taksonomi bloom itu menunjukkan perbedaan kompleksitas berpikir, untuk C1 tidak berpikir kompleks karena cuma menghafal saja, sedangkan untuk C6 itu pemikirannya sudah kompleks.

Pada level evaluasi itu proses menilai, untuk mampu mengevaluasi maka harus mampu menganalisis, keputusan itu diambil karena dari evaluasi.
eg: mahasiswa disuruh untuk memilih laptop Dheka dengan Pak Hadi, pilih yang mana? Mahasiswa tersebut memilih punya Pak Hadi (ini suatu keputusan), karena dilihat dari laptop milik Pak Hadi bisa ditekuk dan layarnya touchscreen (ini proses evaluasi dan analisisnya).

Terkait dengan pendidikan culture, mengapa orang jaman dahulu berbeda dengan orang jaman sekarang, misal orang dulu yang awalnya tidak mempunyai alat untuk menulis, mereka kemudian menciptakan pena dari tinta juga kertas dengan memahat tipis kayu, dan sekarang semua sudah serba canggih karena perkembangan iptek, namun mengapa malah banyak orang yang menganggur? belajar orang dulu sama sekarang berbeda, orang dulu lebih produktif dibanding sekarang, karena banyak orang sekarang yang tidak jujur, dan tidak etos kerja

Behavior itu bukan tidak bagus tetapi ada beberapa hal yang tidak perlu diterapkan sekarang ini, misal memberi hadiah, hukuman, itu tidak baik, diberi hadiah dan hukuman pada pembelajaran itu berawal seperti binatang di sirkus yang dilatih untuk bisa berhitung contohnya lumba-lumba.

Antri itu apakah sudah menjadi karakter apa hanya masih mengikuti orang lain, atau mematuhi peraturan saja??

Ada cerita dari Pak Hadi, waktu naek pesawat diluar negeri, komando menginformasikan antrian 1-10 dulu yang berdiri untuk memasuki tempat duduk mereka, tetapi Pak Hadi melihat beberapa antrian yang merupakan TKI yang antriannya belum waktunya dipanggil tetapi sudah berdiri dan memasuki tempat duduk karena takut tidak dapat tempat duduk, padahal jika naek pesawat pasti sudah pasti dapat tempat duduk, jadi karakter antri mereka kurang. Iya itulah indonesian people, mungkin karakternya sudah terbentuk seperti itu karena beberapa sistem di Indonesia. Seperti “antrian membuat SIM dibatasi sampai 100 orang saja” hal ini membuat orang Indonesia selalu berebut. Juga mungkin karena rasa malu yang sudah tidak tertanam dalam diri mereka. Padahal rasa malu itu perlu, dalam agama Islam itu mengajarkan rasa malu. Jadi intinya nilai agama harus banyak diterapkan untuk pendidikan karakter, mulai tk, sd, smp diajarkan attitude yang baik menurut agama.

Melihat dari cerita tersebut, saya jadi berpikir mengenai sistem krs di perkuliahan yang kuotanya dibatasi itu dapat mempengaruhi sifat karakter mahasiswa atau tidak, padahal mahasiswa yang belajar banyak L karena ada dua teman saya yang tidak dapat kuota kelas karena dibatasi untuk 35 mahasiswa, padahal kelas saya jumlah mahasiswanya 38.

Note
*Masuk surga itu karena ridho Allah
*Dapat nilai baik itu bukan tujuan, dapat nilai itu adalah dampak, dampak dari belajar, jadi jadikan nilai baik itu dampak dari belajar tekun
*Berikanlah manfaat kepada orang banyak, karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain



0 komentar:

Posting Komentar

 
- Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template