Nama : Ira Hayani
NIM : 150341601970
Offering : B
Hari ini saya
mempelajari tentang teori belajar behavioristik, dengan diskusi bersama
teman-teman dan diskusi hari ini dipimpin oleh Dheka. Berdasarkan hasil diskusi
teori belajar behavioristik ini merupakan teori belajar yang menekankan adanya
perubahan tingkah laku yang semakin baik sebagai hasil dari belajar. Jadi
seseorang dikatakan belajar apabila terdapat perubahan perilaku yang dapat
diamati. Teori ini juga memiliki faktor stimulus dan respon, maksud dari
stimulus atau rangsangan ini yaitu suatu energi yang dapat merubah perilaku
siswa, dan apa saja yang diberikan oleh guru sedangkan respon itu merupakan dampak
dari stimulus tadi atau juga bisa apa saja yang dihasilkan oleh siswa.
Contoh dari teori
behavioristik ini:
-nilai, siswa dikatakan
belajar jika dapat menjawab soal perkalian sehingga mendapat nilai yang tinggi,
padahal kecerdasan, cara belajar, proses memahami dan waktu belajar tiap anak
itu berbeda-beda. Jadi kekurangan teori behavioristik ini tidak terlalu
memperdulikan atau kurang menilai cara dan proses belajar seorang anak. Padahal
kecerdasan tiap anak itu berbeda.
-terlambat, misal
seorang siswa dikatakan belajar jika awalnya sering datang terlambat, kemudian
beberapa minggu kemudian dia mulai datang pagi sehingga tidak terlambat, karena
adanya perubahan tingkah laku yang lebih baik
Penerapan dalam
pembelajaran teori behavioristik ini yang digunakan adalah berupa stimulus
respons yang berasal dari penguatan berupa pujian atau hukuman berupa teguran.
Sehingga apabila siswa dapat mengerjakan dengan baik maka akan diberi reward,
sedangkan yang tidak bisa akan diberi hukuman berupa teguran. Hukuman yang
diberikan maksudnya yaitu agar siswa tersebut terangsang untuk berusaha belajar
lebih baik lagi. Hukuman boleh digunakan sebagai alat pembelajaran, tetapi
perlu hatihati.
Pada teori kognitif,
belajar itu tidak harus sesuatu yang dapat diamati, misalnya bagaimana siswa
belajar proses mengingat
Information
processing: teori kognitif tentang belajar dengan menganalogikan
otak manusia seperti komputer, jadi ada penerima, pemroses, dan penyimpanan,
dan responnya, dalam teori ini otak ada 2 bagian:
1) ada
memori jangka pendek (short-term memory) bila informasi itu datang begitu saja
masuk sehingga masuk ke memori jangka pendek, dan tidak disimpan, hanya sekedar
hafal sesaat saja
2) memori
jangka panjang (long-term memory), agar sesuatu masuk ke memori jangka panjang,
maka harus ada akuisisi, ada kerangka pemahaman
eg: sewaktu sd pengertian
fotosintesis yaitu proses masak makanan dalam tumbuhan jadi ibarat ada dapurnya,
lalu sewaktu smp ada fotosintesis itu ternyata perlu cahaya dan perlu oksigen,
saat mahasiswa dalam fotosintesis ternyata ada reaksi fotosistem I dan II, siklus
krebs dsb. Jadi informasi baru itu memperkaya kerangka konseptual kita, sehingga
apabila sudah terkonsep maka akan masuk memori juga panjang (long-term memory).
Dalam aplikasinya ada
taksonomi bloom: dari tingkatan taksonomi bloom yang berbeda buka beda tingkat
kesulitannya, melainkan menunjukka perbedaan kompleksitas berpikir. Level dalam
taksonomi bloom itu menunjukkan perbedaan kompleksitas berpikir, untuk C1 tidak
berpikir kompleks karena cuma menghafal saja, sedangkan untuk C6 itu pemikirannya
sudah kompleks.
Pada level evaluasi itu
proses menilai, untuk mampu mengevaluasi maka harus mampu menganalisis,
keputusan itu diambil karena dari evaluasi.
eg: mahasiswa disuruh
untuk memilih laptop Dheka dengan Pak Hadi, pilih yang mana? Mahasiswa tersebut
memilih punya Pak Hadi (ini suatu keputusan), karena dilihat dari laptop milik
Pak Hadi bisa ditekuk dan layarnya touchscreen (ini proses evaluasi dan analisisnya).
Terkait dengan
pendidikan culture, mengapa orang jaman dahulu berbeda dengan orang jaman
sekarang, misal orang dulu yang awalnya tidak mempunyai alat untuk menulis,
mereka kemudian menciptakan pena dari tinta juga kertas dengan memahat tipis
kayu, dan sekarang semua sudah serba canggih karena perkembangan iptek, namun
mengapa malah banyak orang yang menganggur? belajar orang dulu sama sekarang
berbeda, orang dulu lebih produktif dibanding sekarang, karena banyak orang sekarang
yang tidak jujur, dan tidak etos kerja
Behavior itu bukan
tidak bagus tetapi ada beberapa hal yang tidak perlu diterapkan sekarang ini,
misal memberi hadiah, hukuman, itu tidak baik, diberi hadiah dan hukuman pada pembelajaran itu berawal seperti
binatang di sirkus yang dilatih untuk bisa berhitung contohnya lumba-lumba.
Antri itu apakah sudah
menjadi karakter apa hanya masih mengikuti orang lain, atau mematuhi peraturan
saja??
Ada cerita dari Pak
Hadi, waktu naek pesawat diluar negeri, komando menginformasikan antrian 1-10
dulu yang berdiri untuk memasuki tempat duduk mereka, tetapi Pak Hadi melihat
beberapa antrian yang merupakan TKI yang antriannya belum waktunya dipanggil
tetapi sudah berdiri dan memasuki tempat duduk karena takut tidak dapat tempat
duduk, padahal jika naek pesawat pasti sudah pasti dapat tempat duduk, jadi
karakter antri mereka kurang. Iya itulah indonesian people, mungkin karakternya
sudah terbentuk seperti itu karena beberapa sistem di Indonesia. Seperti
“antrian membuat SIM dibatasi sampai 100 orang saja” hal ini membuat orang
Indonesia selalu berebut. Juga mungkin karena rasa malu yang sudah tidak
tertanam dalam diri mereka. Padahal rasa malu itu perlu, dalam agama Islam itu
mengajarkan rasa malu. Jadi intinya nilai agama harus banyak diterapkan untuk
pendidikan karakter, mulai tk, sd, smp diajarkan attitude yang baik menurut
agama.
Melihat dari cerita
tersebut, saya jadi berpikir mengenai sistem krs di perkuliahan yang kuotanya
dibatasi itu dapat mempengaruhi sifat karakter mahasiswa atau tidak, padahal
mahasiswa yang belajar banyak L karena ada dua teman saya yang tidak
dapat kuota kelas karena dibatasi untuk 35 mahasiswa, padahal kelas saya jumlah
mahasiswanya 38.
Note
*Masuk surga itu karena
ridho Allah
*Dapat nilai baik itu
bukan tujuan, dapat nilai itu adalah dampak, dampak dari belajar, jadi jadikan
nilai baik itu dampak dari belajar tekun
*Berikanlah manfaat kepada
orang banyak, karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain
0 komentar:
Posting Komentar