Teori
humanistik ini mengedepankan emosi dalam dunia pendidikan juga melihat bahwa
manusia mempunyai keinginan alami untuk belajar lebih baik dan juga berfokus
pada potensi manusia untuk mencari dan menemukan kemampuan yang mereka punya
dan mengembangkan kemampuan tersebut. Jadi para pendidik sebaiknya melihat kebutuhan
merencanakan kurikulum untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan ini. Jadi bukan hal
yang benar apabila anak dipaksa untuk belajar sesuatu sebelum mereka siap
secara fisiologis dan juga punya keinginan, karena jika dipaksa maka percuma
saja setelah mengajarkan materi si anak tidak memperoleh apa-apa karena
pikirannya tidak fokus, sehingga ada kterkaitannya dengan keberhasilan akademik.
Dalam hal ini peran guru adalah sebagai fasilitator yang membantu siswa untuk
memenuhi kebutuhan tersebut dan membantu dalam mewujudkan potensi yang ada
dalam diri mereka.
Tokoh-Tokoh
Teori Humanistik
-Arthur Combs: belajar terjadi bila
mempunyai arti bagi individu, jadi guru tidak bisa memaksakan materi yang tidak
disukai dengan peserta didik, hal tersebut bukan karena mereka bodoh namun karena
mereka merasa tidak ada gunanya mempelajari hal tersebut, atau ketika mereka
mempelajarinya tidak akan memberi dampak baik baginya. Oleh karena itu guru
harus memahami perilaku siswa tersebut dan mengubah mindset mereka.
-Maslow: teori Maslow didasarkan pada asumsi bahwa
didalam diri individu ada dua hal: (1) suatu usaha yang positif untuk
berkembang, ke arah kepercayaan diri menghadapi dunia luar (2) kekuatan untuk
melawan atau menolak perkembangan itu, takut mengambil kesempatan/keputusan.
-Carl Ransom Rogers: ada dua tipe belajar, yaitu kognitif
(kebermaknaan), dan experiential (pengalaman)
Teori humanistik Carl Rogers (person centered)
-Struktur kepribadian: ada tiga
konstruk yang menjadi dasar penting dalam teorinya:
(1)Organisme
(2)Medan fenomena, semua pengalaman
yang dimiliki individu
(3)Self, jika konstruksi diri sudah
terbentuk, maka aktualisasi diri mulai terbentuk yang mengacu pada pengalaman
individu. Ada beberepa hal yang mempengaruhi self yaitu kesadaran, kebutuhan
untuk disukai atau diterima oleh orang lain.
-Teori
Rogers disebut humanis karena teori ini percaya bahwa setiap individu adalah
positif, serta menolak teori Freud dan behaviorisme.
-Asumsi
dasar teori Rogers adalah kecenderungan formatif dan kecenderungan aktualisasi.
-
Diri (self) adalah terbentuk dari pengalaman mulai dari bayi, di mana
diri terdiri dari 2 subsistem yaitu konsep diri dan diri ideal.
-
Kebutuhan individu ada 4 yaitu : (1) pemeliharaan, (2) peningkatan diri, (3)
penghargaan positif (positive regard), dan (4) Penghargaan diri yang
positif (positive self-regard)
- Stagnasi psikis terjadi bila terjadi
karena pengalaman dan konsep diri yang tidak konsisten dan untuk menghindarinya
adalah pertahanan (1) distorsi dan (2) penyangkalan.
Aplikasi Teori Humanistik
-guru menghubungkan pengetahuan
akademik ke dalam pengetahuan terpakai, atau manfaat dalam kegiatan
sehari-hari, misal mempelajari mesin untuk memperbaiki mobil.
-Experiential Learning menunjuk pada
pemenuhan kebutuhan dan keinginan siswa. Kualitas belajar experiential learning
mencakup : keterlibatan siswa secara personal, berinisiatif, evaluasi oleh
siswa sendiri, dan adanya efek yang membekas pada siswa.
-siswa akan mempelajari hal yang
bermakna bagi dirinya, juga memiliki relevansi dengan kehidupan sehari-hari.
-belajar yang melibatkan siswa
seutuhnya dapat memberi hasil yang mendalam
-siswa bebas mengemukakan pendapat
-Pembelajaran
berdasarkan teori humanistik ini cocok untuk diterpkan pada materi-materi
pembelajaran yang bersifat pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan
sikap, dan analisis terhadap fenomena sosial. Indikator dari keberhasilan
aplikasi ini adalah siswa merasa senang bergairah, berinisiatif dalam belajar
dan terjaadi perubahan pola pikir, perilaku dan sikap atas kemauan sendiri.
-Siswa
diharapkan menjadi manusia yang bebas, berani, tidak terikat oleh pendapat
orang lain dan mengatur pribadinya sendiri secara bertanggungjawab tanpa
mengurangi hak-hak orang lain atau melanggar aturan , norma , disiplin atau
etika yang berlaku.
-Ciri-ciri
guru yang baik dan kurang baik menurut Humanistik
Guru
yang baik menurut teori ini adalah : Guru yang memiliki rasa humor, adil,
menarik, lebih demokratis, mampu berhubungan dengan siswa dengan mudah dan
wajar.Ruang kelads lebih terbuka dan mampu menyesuaikan pada perubahan.
-Sedangkan guru yang tidak efektif adalah guru yang
memiliki rasa humor yang rendah ,mudah menjadi tidak sabar ,suka melukai
perasaan siswaa dengan komentsr ysng menyakitkan,bertindak agak otoriter, dan
kurang peka terhadap perubahan yang ada.
-Self Efficacy (teori Bandura): keyakinan individu mengenai kemampuan dirinya dalam melakukan tugas atau tindakan yang diperlukan untuk mencapai hasil tertentu.
eg: punya target percaya diri dapat A terus, terus strateginya bagaimana biar dapat a, harus ada planning. Hal ini agak sulit untuk diajarkan pada murid, karena murid dianjurkan mempunyai motivasi atau kepercayaan diri bahwa mereka mampu.
eg: ada kd (kompetensi dasar), siswa menuliskan target” yang harus dicapai dalam dinding kamar mereka
0 komentar:
Posting Komentar