Minggu, 26 Februari 2017

TEORI HUMANISTIK DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN


Teori humanistik ini mengedepankan emosi dalam dunia pendidikan juga melihat bahwa manusia mempunyai keinginan alami untuk belajar lebih baik dan juga berfokus pada potensi manusia untuk mencari dan menemukan kemampuan yang mereka punya dan mengembangkan kemampuan tersebut. Jadi para pendidik sebaiknya melihat kebutuhan merencanakan kurikulum untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan ini. Jadi bukan hal yang benar apabila anak dipaksa untuk belajar sesuatu sebelum mereka siap secara fisiologis dan juga punya keinginan, karena jika dipaksa maka percuma saja setelah mengajarkan materi si anak tidak memperoleh apa-apa karena pikirannya tidak fokus, sehingga ada kterkaitannya dengan keberhasilan akademik. Dalam hal ini peran guru adalah sebagai fasilitator yang membantu siswa untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan membantu dalam mewujudkan potensi yang ada dalam diri mereka.

     Tokoh-Tokoh Teori Humanistik
-Arthur Combs: belajar terjadi bila mempunyai arti bagi individu, jadi guru tidak bisa memaksakan materi yang tidak disukai dengan peserta didik, hal tersebut bukan karena mereka bodoh namun karena mereka merasa tidak ada gunanya mempelajari hal tersebut, atau ketika mereka mempelajarinya tidak akan memberi dampak baik baginya. Oleh karena itu guru harus memahami perilaku siswa tersebut dan mengubah mindset mereka.
-Maslow: teori Maslow didasarkan pada asumsi bahwa didalam diri individu ada dua hal: (1) suatu usaha yang positif untuk berkembang, ke arah kepercayaan diri menghadapi dunia luar (2) kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu, takut mengambil kesempatan/keputusan.
-Carl Ransom Rogers: ada dua tipe belajar, yaitu kognitif (kebermaknaan), dan experiential (pengalaman)

Teori humanistik Carl Rogers (person centered)
-Struktur kepribadian: ada tiga konstruk yang menjadi dasar penting dalam teorinya:
(1)Organisme
(2)Medan fenomena, semua pengalaman yang dimiliki individu
(3)Self, jika konstruksi diri sudah terbentuk, maka aktualisasi diri mulai terbentuk yang mengacu pada pengalaman individu. Ada beberepa hal yang mempengaruhi self yaitu kesadaran, kebutuhan untuk disukai atau diterima oleh orang lain.
-Teori Rogers disebut humanis karena teori ini percaya bahwa setiap individu adalah positif, serta menolak teori Freud dan behaviorisme.
-Asumsi dasar teori Rogers adalah kecenderungan formatif dan kecenderungan aktualisasi.
- Diri (self) adalah terbentuk dari pengalaman mulai dari bayi, di mana diri terdiri dari 2 subsistem yaitu konsep diri dan diri ideal.
- Kebutuhan individu ada 4 yaitu : (1) pemeliharaan, (2) peningkatan diri, (3) penghargaan positif (positive regard), dan (4) Penghargaan diri yang positif (positive self-regard)
- Stagnasi psikis terjadi bila terjadi karena pengalaman dan konsep diri yang tidak konsisten dan untuk menghindarinya adalah pertahanan (1) distorsi dan (2) penyangkalan.

Aplikasi Teori Humanistik
-guru menghubungkan pengetahuan akademik ke dalam pengetahuan terpakai, atau manfaat dalam kegiatan sehari-hari, misal mempelajari mesin untuk memperbaiki mobil.
-Experiential Learning menunjuk pada pemenuhan kebutuhan dan keinginan siswa. Kualitas belajar experiential learning mencakup : keterlibatan siswa secara personal, berinisiatif, evaluasi oleh siswa sendiri, dan adanya efek yang membekas pada siswa.
-siswa akan mempelajari hal yang bermakna bagi dirinya, juga memiliki relevansi dengan kehidupan sehari-hari.
-belajar yang melibatkan siswa seutuhnya dapat memberi hasil yang mendalam
-siswa bebas mengemukakan pendapat

-Pembelajaran berdasarkan teori humanistik ini cocok untuk diterpkan pada materi-materi pembelajaran yang bersifat pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap, dan analisis terhadap fenomena sosial. Indikator dari keberhasilan aplikasi ini adalah siswa merasa senang bergairah, berinisiatif dalam belajar dan terjaadi perubahan pola pikir, perilaku dan sikap atas kemauan sendiri.
-Siswa diharapkan menjadi manusia yang bebas, berani, tidak terikat oleh pendapat orang lain dan mengatur pribadinya sendiri secara bertanggungjawab tanpa mengurangi hak-hak orang lain atau melanggar aturan , norma , disiplin atau etika yang berlaku.
-Ciri-ciri guru yang baik dan kurang baik menurut Humanistik
Guru yang baik menurut teori ini adalah : Guru yang memiliki rasa humor, adil, menarik, lebih demokratis, mampu berhubungan dengan siswa dengan mudah dan wajar.Ruang kelads lebih terbuka dan mampu menyesuaikan pada perubahan.
-Sedangkan guru yang tidak efektif adalah guru yang memiliki rasa humor yang rendah ,mudah menjadi tidak sabar ,suka melukai perasaan siswaa dengan komentsr ysng menyakitkan,bertindak agak otoriter, dan kurang peka terhadap perubahan yang ada.

-Self Efficacy (teori Bandura): keyakinan individu mengenai kemampuan dirinya dalam melakukan tugas atau tindakan yang diperlukan untuk mencapai hasil tertentu.
eg: punya target percaya diri dapat A terus, terus strateginya bagaimana biar dapat a, harus ada planning. Hal ini agak sulit untuk diajarkan pada murid, karena murid dianjurkan mempunyai motivasi atau kepercayaan diri bahwa mereka mampu.
eg: ada kd (kompetensi dasar), siswa menuliskan target” yang harus dicapai dalam dinding kamar mereka

0 komentar:

Posting Komentar

 
- Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template