NIM: 150341601970
Offering: B
Hari keempat perkuliahan, kami belajar mandiri di kelas, dikarenakan pak dosen kedatangan tamu. Sehingga materi hakikat belajar didiskusikan bersama pada hari kelima yaitu hari Senin tanggal 6 Februari. Diskusi kali ini dipimpin oleh teman kami bernama Ifa. Kemudian kami diskusi bersama mengenai hakikat belajar, ciri belajar, pembelajaran, dan teori belajar deskriptif dan preskriptif. Masing-masing peserta diskusi mengacungkan tangan mengutarakan hasil belajar dan pendapatnya, serta bersama-sama memecahkan masalah yang muncul saat diskusi. Berikut hasil diskusi belajar mengenai hakikat belajar.
-Hakikat belajar adalah sebuah kegiatan yang memiliki tujuan untuk memberikan perubahan tingkah laku yang lebih baik, serta tidak hanya mengembangkan kemampuan intelektual, tetapi juga moral, dan keagamaan
-Ciri belajar : perubahan fungsional untuk masa depan, kita dapat kemampuan baru, perubahan tersebut dapat disimpan tidak hanya sesaat, perubahan itu didapat dengan usaha, hasilnya bukan perubahan bersifat fisik
-Ciri pembelajaran: ada sebuah tujuan yang akan dicapai, ada materi yg akan diajarkan, adanya proses, adanya evaluasi, ada pendidik atau guru
-Teori belajar deskriptif: yang diamati hasilnya, anak sd kelas satu belum bisa perkalian, kemudian ternyata sudah bisa setelah belajar
sisi (+) : teorinya lebih terkonsep, sehingga siswa lebih memahami materi, dan mendorong siswa untuk mencari sumber ilmu sendiri agar langsung mengetahui materinya apa sehingga lebih cepat memahami saat pelajaran berlangsung
sisi (-) : kurang memperhatikan sisi psikologi siswa dalam mendalami suatu materi,
-Teori belajar preskriptif: metode pembelajarannya, cara guru berintraksi dengan murid seperti apa itu berpengaruh, yang diamati tujuan, jika siswa ingin mengetahui isi buku, maka dia harus membaca buku itu dan meresumenya.
sisi (+) : lebih sistematis, punya tujuan yang jelas, banyak motivasi agar terjadi proses belajar yang optimal
sisi (-) : butuh waktu lebih lama, karena dalam teori ini lebih sistematis, misalnya minggu ini materinya "A" karena materi yang diajarkan harus sesuai, kemudian minggu selanjutnya materi "B"
Untuk mengajar siswa sebaiknya memakai teori belajar deskriptif dan preskriptif dikombinasi dan dipakai bersama, karena saling berkaitan antara deskriptif dengan preskriptif
Apa yang membuktikan deskriptif tidak memperhatikan psikologi siswa? karena pada teori ini yang diamati hasilnya, sedangkan siswa memiliki cara belajar yg berbeda, namun dituntut untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan sama, berbagai cara belajar harus memperoleh hasil yang maksimal, pantas jika kurang memperhatikan psikologi siswa itu sendiri, jadi kita tidak boleh menilai hasil saja tapi juga dilihat prosesnyaaaaaaaaaa :) karena sekarang hampir banyak yang mendapat hasil bagus tetapi dengan cara instan atau mencontek
Bagaimana cara menyeimbangkan antara deskriptif dan preskriptif? misal di sekolah preskriptif karena pembelajaran yang dilakukan oleh guru sistematis, kemudian saat guru memberikan pr, maka siswa tersebut akan belajar deskriptif dengan mencari cara mengerjakan pr tersebut, sehingga siswa memperoleh pengalaman, dan lalu hasilnya bisa dinilai saat sudah mengerjakan pr
-Belajar (learning): harus ada suatu perubahan menjadi lebih baik
teori belajar learning: menjelaskan tentang bagaimana manusia itu belajar
-Pembelajaran (instruction): pembelajaran dan pengajaran sebenarnya sama
Learning: deskriptif, memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk belajar, apapun yang bisa digunakan untuk belajar, bagaimana dia bisa memberikan hasil, lebih mengarah ke kebebasan individu dan penyediaan sumber belajar
Teaching: preskriptif, melihat supaya siswa bisa belajar maka harus ada desain, desain melihat dari tujuan pembelajaran
Cating (catatan penting)
Siswa bisa belajar dari pengalaman, misalnya ayahnya seorang petani, kemudian mempunyai anak yang pintar biologi, tetapi apabila disuruh bertani maka lebih pintar ayahnya, karena ayah sudah berpengalaman, sedangkan anak masih teorinya saja
Ketika siswa belajar, siswa diberi kebebasan belajar dengan caranya sendiri, dan perolehannya bisa lebih banyak, namun dengan adanya pembelajaran maka memberikan batasan untuk belajar, sehingga terkadang kreativitas tidak muncul apabila desain pembelajaran tidak bagus, karena pelajarannya hanya terfokus pada tujuannya saja
eg: guru mengajar biologi agar siswa bisa mengajar soal mengenai masuknyan nutrisi, preskriptif cenderung melihat tujuan, apapun cara dilakukan agar tujuan itu tecapai, tetapi dari aspek proses learning maknanya menjadi kurang karena hanya sekedar mencapai tujuan, sehingga kadang dengan adanya desain membatasi ketrampilan siswa
Makna learning mengalami degradasi, karena pada anak tidak ada proses learning hanya proses teaching yang dengan adanya desain siswa menjadi seperti diatur, ini merupakan cara yang salah karena menjadi tidak ada perkembangan mental pada siswa, sehingga siswa selalu menunggu diterangkan. mungkin dengan adanya K13 sekarang, siswa lebih mengembangkan mental.
Preskriptif itu penting namun harus dibarengi learning outcome yg baik, jadi mengembangkan keterampilan siswa
Metode pembelajaran atau strategi apa yang digunakan sebagai variabel bebas dan hasil pembelajaran sebagai variabel tergantung
0 komentar:
Posting Komentar