Senin, 27 Februari 2017

REFLEKSI DIRI DAY 9: RAISING YOUR SELF EFFICACY !


Nama: Ira Hayani
NIM: 150341601970
Offr: B

Hari ini kami berdiskusi mengenai teori humanistik yang lebih melihat perkembangan kepribadian manusia dan membangun ke arah yang positif. Indikator keberhasilan: siswa merasa senang setelah belajar. Guru memberikan materi yang dihubungkan dengan fakta agar siswa lebih memahami materi tersebut.

Beberapa tokoh yang menngemukakan tentang teori humanistik
-Arthur comb: guru harus paham sama murid jadi tidak boleh memaksakan materinya sehingga guru harus memahami siswa
-Maslow: pada asumsi bahwa di dalam diri individu ada dua hal: (1) suatu usaha yang positif untuk berkembang (2) kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu. Kebutuhan hirarki menurut Maslow: psikologi need (makan, minum); safety n security; love n belonginess; self esteem, self actualization (aktualisasi diri kebutuhan untuk mengembangkan potensi diri)
-Carl Rogers: ada tiga konstruk yang menjadi dasar penting dalam teorinya:
(1)Organisme
(2)Medan fenomena, semua pengalaman yang dimiliki individu
(3)Self, jika konstruksi diri sudah terbentuk, maka aktualisasi diri mulai terbentuk yang mengacu pada pengalaman individu. Ada beberepa hal yang mempengaruhi self yaitu kesadaran, kebutuhan untuk disukai atau diterima oleh orang lain.

Aplikasi Teori Humanistik
-Guru menghubungkan pengetahuan akademik ke dalam pengetahuan terpakai, atau manfaat dalam kegiatan sehari-hari, misal mempelajari mesin untuk memperbaiki mobil.
-Experiential Learning menunjuk pada pemenuhan kebutuhan dan keinginan siswa. Kualitas belajar experiential learning mencakup : keterlibatan siswa secara personal, berinisiatif, evaluasi oleh siswa sendiri, dan adanya efek yang membekas pada siswa.

-Self effycacy: keyakinan terhadap dirinya sendiri bahwa dia mampu melakukan sesuatu, tiap individu memiliki tingkat efikasi diri yang berbeda, jika seseorang memiliki tingkat efikasi tinggi maka dia percaya bahwa dia mampu sukses menyelesaikan tugas sesuai kemampuannya, sebaliknya jika memiliki tingkat efikasi rendah maka dia menganggap dirinya tidak mampu mengerjakan segala sesuatu, dan prediksi tingkah laku yang dihasilkan dia menjadi depresi jika ada orang sekitarnya yang sukses juga menjadi apatis (bodo amat karena aku tidak bisa), pasrah dan pesimis.

-Faktor yang mempengaruhi efikasi:
(1)kemampuan yang dituntut oleh siatuasi yang berbeda
(2)kehadiran orang lain, untuk seseorang yang memiliki efikasi tinggi maka dia itu tetap yakin meskipun ada orang lain yang lebih pintar, sebaliknya untuk efikasi yang rendah dia akan menjadi minder dan akhirnya dia kalah
(3)keadaan fisiolog dan emosional

Fase pembentukan self efficacy: masa perkembangan, keluarga, teman sebaya (bisa mengetahui kemampuannya), sekolah (menumbuhkan self eficacy kognitif), pengalaman masa remaja, self eficacy masa dewasa, self eficacy lansia.

Tiga dimensi sel: magnitude, generality, strength

Bagaimana mengubah self eficacy yang rendah: murid tersebut bisa konseling ke guru bk untuk konsultasi, akhirnya dia bisa merubah dan self eficacy bisa meningkat, jadi harus ada kemauan dari individu sendiri dulu untuk mau berubah jadi lebih baik, sehingga bergantung dari dirinya masing-masing, juga lingkungan yang harus mendukung dan membantu siswa tersebut untuk memiliki rasa percaya diri yang tinggi jadi harus saling membantu antar teman dan tidak ada bully atau judge jika ada teman yang ingin berubah menjadi lebih baik.



0 komentar:

Posting Komentar

 
- Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template