Nama: Ira Hayani
NIM: 150341601970
Offr: B
Hari ini kami berdiskusi mengenai teori humanistik
yang lebih melihat perkembangan kepribadian manusia dan membangun ke arah yang
positif. Indikator keberhasilan: siswa merasa senang setelah belajar. Guru memberikan
materi yang dihubungkan dengan fakta agar siswa lebih memahami materi tersebut.
Beberapa tokoh yang menngemukakan
tentang teori humanistik
-Arthur comb: guru harus paham sama
murid jadi tidak boleh memaksakan materinya sehingga guru harus memahami siswa
-Maslow: pada
asumsi bahwa di dalam diri individu ada dua hal: (1) suatu usaha yang positif
untuk berkembang (2) kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu. Kebutuhan
hirarki menurut Maslow: psikologi need (makan, minum); safety n security; love
n belonginess; self esteem, self actualization (aktualisasi diri kebutuhan untuk
mengembangkan potensi diri)
-Carl Rogers: ada tiga konstruk yang
menjadi dasar penting dalam teorinya:
(1)Organisme
(2)Medan fenomena, semua pengalaman
yang dimiliki individu
(3)Self, jika konstruksi diri sudah
terbentuk, maka aktualisasi diri mulai terbentuk yang mengacu pada pengalaman
individu. Ada beberepa hal yang mempengaruhi self yaitu kesadaran, kebutuhan
untuk disukai atau diterima oleh orang lain.
Aplikasi Teori Humanistik
-Guru
menghubungkan pengetahuan akademik ke dalam pengetahuan terpakai, atau manfaat dalam
kegiatan sehari-hari, misal mempelajari mesin untuk memperbaiki mobil.
-Experiential
Learning menunjuk pada pemenuhan kebutuhan dan keinginan siswa. Kualitas
belajar experiential learning mencakup : keterlibatan siswa secara personal,
berinisiatif, evaluasi oleh siswa sendiri, dan adanya efek yang membekas pada
siswa.
-Self effycacy: keyakinan terhadap
dirinya sendiri bahwa dia mampu melakukan sesuatu, tiap individu memiliki tingkat
efikasi diri yang berbeda, jika seseorang memiliki tingkat efikasi tinggi maka dia
percaya bahwa dia mampu sukses menyelesaikan tugas sesuai kemampuannya,
sebaliknya jika memiliki tingkat efikasi rendah maka dia menganggap dirinya
tidak mampu mengerjakan segala sesuatu, dan prediksi tingkah laku yang
dihasilkan dia menjadi depresi jika ada orang sekitarnya yang sukses juga
menjadi apatis (bodo amat karena aku tidak bisa), pasrah dan pesimis.
-Faktor yang mempengaruhi
efikasi:
(1)kemampuan yang dituntut
oleh siatuasi yang berbeda
(2)kehadiran orang lain, untuk
seseorang yang memiliki efikasi tinggi maka dia itu tetap yakin meskipun ada
orang lain yang lebih pintar, sebaliknya untuk efikasi yang rendah dia akan
menjadi minder dan akhirnya dia kalah
(3)keadaan fisiolog dan
emosional
Fase pembentukan self
efficacy: masa perkembangan, keluarga, teman sebaya (bisa mengetahui
kemampuannya), sekolah (menumbuhkan self eficacy kognitif), pengalaman masa
remaja, self eficacy masa dewasa, self eficacy lansia.
Tiga dimensi sel: magnitude,
generality, strength
Bagaimana mengubah self
eficacy yang rendah: murid tersebut bisa konseling ke guru bk untuk konsultasi,
akhirnya dia bisa merubah dan self eficacy bisa meningkat, jadi harus ada
kemauan dari individu sendiri dulu untuk mau berubah jadi lebih baik, sehingga
bergantung dari dirinya masing-masing, juga lingkungan yang harus mendukung dan
membantu siswa tersebut untuk memiliki rasa percaya diri yang tinggi jadi harus
saling membantu antar teman dan tidak ada bully atau judge jika ada teman yang
ingin berubah menjadi lebih baik.
0 komentar:
Posting Komentar