Senin, 27 Februari 2017

REFLEKSI DIRI DAY 8: MULTIPLE CHOICE? NOT ALWAYS BAD


Nama : Ira Hayani
NIM : 150341601970
Offr : B

Hari ini kami berdiskusi mengenai teori konstruktivisme. Teori ini memberikan kebebasan terhadap manusia untuk membangun pengetahuaannya sendiri.  Ada 3 tokoh, Bapak John Dewey (guru sbg fasilitator); Bapak Piaget (pengetahuan tidak diperoleh secara pasif tapi melalui tindakan, proses belajar meliputi tiga yaitu asimilasi, akomodasi, equilibrasi); Vygotsky (belajar itu ada interaksi antara murid dan guru).

Ciri-ciri teori belajar konstruktivisme: berpatokan sama peran aktif siswa, jadi guru hanya sebagai fasilitator, juga memberi peluang ke siswa untuk berpendapat, guru tidak banyak menjelaskan, siswa harus menggali sendiri pengetahuan, pendidik harus menerima pernyataan yang disampaikan oleh siswanya, siswa harus bertanya sehingga ada komunikasi, lebih mementingkan prosesnya namun bukan berarti hasil belajar diabaikan tapi juga diperhatikan.

Prinsip teori konstruktivisme: pengetahuan dibangun sama siswa sendiri, pengetahuan tidak bisa dipindah dari guru ke murid, kecuali dengan keaktifan murid itu sendiri, guru memberikan saran, siswa harus aktif, menilai pendapat siswa. Proses belajarnya, peranan guru hanya meluruskan konsep yang salah dan memperbaikinya, tapi siswa harus mencari sendiri dulu, sarana belajar seperti adanya akses internet, laboratorium yang lengkap, adanya evaluasi untuk mengetahui kualitas keberhasilan siswa dalam memahami materi siswa. Kekurangan teori ini yaitu siswa yang mengkonstruksi pengetahuannya sendiri dapat menyebabkan miskonsepsi, juga tiap anak butuh waktu yang lama untuk mengkonstruk sendiri pengetahuaannya, juga sarana tiap sekolah yang berbeda membatasi siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya.

Setelah berdiskusi mengenai teori konstruktivisme, tiba-tiba Pak dosen memberikan kami pretest, yang sebenarnya diberikan pada awal masuk perkuliahan namun karena soal baru selesai dibuat maka diberikan hari ini. Soal yang diberikan mengenai materi belajar dan pembelajaran yang beberapa materi sudah disampaikan selama perkuliahan dan ada yang belum seperti teori self-efficacy. Soal berupa pilihan ganda, atau multiple choice, meskipun bentuknya multiple choice, soal kali ini menurut saya butuh pemikiran yang ekstra karena berisi permasalahan atau kasus-kasus yang dalam menjawabnya perlu menganalisis. Sehingga saya menjawab soal semampu saya dan setelah ada pretest tersebut saya jadi berpikir bahwa soal multiple choice tidak selamanya jelek karena hal tersebut bergantung pada cara guru yang membuat yang juga harus pintar dalam membuat soal multiple choice yang berbobot, sehingga dalam konteks ini selain guru yang berlatih membuat soal, siswa juga dapat belajar menganalisis suatu masalah.

0 komentar:

Posting Komentar

 
- Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template