Minggu, 16 April 2017

PEMBELAJARAN KOOPERATIF


-Cooperative Learning adalah kegiatan belajar mengajar dalam kelompok kecil, jadi seluruh siswa dalam kelompok tersebut belajar dan bekerjasama untuk sampai pada pengalaman belajar yang optimal baik pengalaman individu maupun kelompok.

-Metode Cooperative Learning dibangun atas dasar Konstruktivis Sosial dari Vygotsky, teori Konstruktivis Personal dari Piaget dan Teori Motivasi. Menurut prinsip utama teori Vygotsky, perkembangan pemikiran merupakan proses sosial sejak lahir, jadi anak dapat belajar karena dibantu orang lain, baik orang dewasa maupun teman sebaya dalam kelompok yang lebih kompeten didalam aspek tertentu. Misal untuk membuat peta konsep maka akan membutuhkan orang lain untuk membuat peta konsep tersebut semakin baik, jadi ada kerja sama antara satu dengan yang lain, sehingga dapat membangun pengetahuan baru. Posisi teori Piaget dalam belajar kooperatif ditujukan terutama kepada siswa yang berkemampuan tinggi agar mampu membangun pengetahuan sendiri melalui interaksi dengan lingkungan. Sebab, lingkungan merupakan sumber yang berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian dan kemampuan peserta didik. Dengan demikian ia mampu menjadi perancah (scaffolding) bagi teman-temannya yang lain. Maksutnya yaitu dengan belajar kelompok maka siswa yang bisa akan membantu temannya yang belum bisa.

-Lima unsur penting yang harus dibangun dalam aktivitas intruksional, mencakup:
a. Saling Ketergantungan Positif (Positif Interdependence)
b. Interaksi Tatap Muka (Face to Face Interaction)
c. Tanggung Jawab Individual (Individual Accountability)
d. Ketrampilan Sosial (Sosial skill), dan
e. Evaluasi Proses Kelompok (Group debrieving).

-          Tehnik-Tehnik Dalam Cooperative Learning
A.     Jigsaw
B.      Group investigation
C.      Numbered Head Together
D.     Think Pair Share

-          Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Kooperatif
-Kelebihan belajar kooperati menurut Hill & Hill (1993: 1-6) adalah (1) meningkatkan perestasi siswa, (2) memperdalam pemahaman siswa, (3) menyenangkan siswa, (4) mengembangkan sikap kepemimpinan, (5) menembangkan sikap positif siswa, (6) mengembangkan sikap menghargai diri sendiri, (7) membuat belajan secara inklusif, (8) mengembangkan rasa saling memiliki, dan (9) mengembangkan keterampilan untuk masa depan.
-Menurut Dess (1991: 411) beberapa kelemahan belajar kooperatif adalah (1) membutuhkan waktu yang lama bagi siswa, sehingga sulit mencapai target kurikulum, (2) membutuhkan waktu yamg lama untuk guru sehingga kebanyakan guru tidak mau menggunakan strategi kooperatif, (3) membutuhkan kemampuan khusus guru sehingga tidak semua guru dapat melakukan

1 komentar:

  1. menurut anda, apakah model pembelajaran kooperatif learning dapat diterapkan pada semua jenjang pendidikan? lalu jika anda berperan sebagai guru, model seperti apa yang akan anda pilih dan bagaimana penerapannya?

    BalasHapus

 
- Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template