-Cooperative
Learning adalah
kegiatan belajar mengajar dalam kelompok kecil, jadi seluruh siswa dalam
kelompok tersebut belajar dan bekerjasama untuk sampai pada pengalaman belajar
yang optimal baik pengalaman individu maupun kelompok.
-Metode
Cooperative Learning dibangun atas dasar Konstruktivis Sosial dari
Vygotsky, teori Konstruktivis Personal dari Piaget dan Teori Motivasi. Menurut
prinsip utama teori Vygotsky, perkembangan pemikiran merupakan proses
sosial sejak lahir, jadi anak dapat belajar karena dibantu orang lain, baik
orang dewasa maupun teman sebaya dalam kelompok yang lebih kompeten didalam
aspek tertentu. Misal untuk membuat peta konsep maka akan membutuhkan orang
lain untuk membuat peta konsep tersebut semakin baik, jadi ada kerja sama
antara satu dengan yang lain, sehingga dapat membangun pengetahuan baru. Posisi
teori Piaget dalam belajar kooperatif ditujukan terutama kepada siswa yang
berkemampuan tinggi agar mampu membangun pengetahuan sendiri melalui interaksi
dengan lingkungan. Sebab, lingkungan merupakan sumber yang berpengaruh terhadap
perkembangan kepribadian dan kemampuan peserta didik. Dengan demikian ia mampu
menjadi perancah (scaffolding) bagi teman-temannya yang lain. Maksutnya
yaitu dengan belajar kelompok maka siswa yang bisa akan membantu temannya yang
belum bisa.
-Lima unsur penting yang harus dibangun dalam aktivitas
intruksional, mencakup:
a. Saling Ketergantungan Positif (Positif Interdependence)
b. Interaksi
Tatap Muka (Face to Face Interaction)
c. Tanggung Jawab
Individual (Individual Accountability)
d. Ketrampilan Sosial (Sosial skill), dan
e. Evaluasi Proses Kelompok (Group debrieving).
-
Tehnik-Tehnik Dalam Cooperative
Learning
A.
Jigsaw
B.
Group investigation
C.
Numbered Head
Together
D.
Think Pair Share
-
Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Kooperatif
-Kelebihan
belajar kooperati menurut Hill & Hill (1993: 1-6) adalah (1) meningkatkan
perestasi siswa, (2) memperdalam pemahaman siswa, (3) menyenangkan siswa, (4)
mengembangkan sikap kepemimpinan, (5) menembangkan sikap positif siswa, (6)
mengembangkan sikap menghargai diri sendiri, (7) membuat belajan secara
inklusif, (8) mengembangkan rasa saling memiliki, dan (9) mengembangkan
keterampilan untuk masa depan.
-Menurut Dess
(1991: 411) beberapa kelemahan belajar kooperatif adalah (1) membutuhkan waktu
yang lama bagi siswa, sehingga sulit mencapai target kurikulum, (2) membutuhkan
waktu yamg lama untuk guru sehingga kebanyakan guru tidak mau menggunakan
strategi kooperatif, (3) membutuhkan kemampuan khusus guru sehingga tidak semua
guru dapat melakukan
menurut anda, apakah model pembelajaran kooperatif learning dapat diterapkan pada semua jenjang pendidikan? lalu jika anda berperan sebagai guru, model seperti apa yang akan anda pilih dan bagaimana penerapannya?
BalasHapus