Nama : Ira Hayani
NIM : 150341601970
Offering : B
Pada hari ini saya dan teman-teman berdiskusi bersama mengenai kurikulum, mulai dari memahami makna kurikulum juga.
Hal-hal yang telah saya pelajari dan dapatkan hari ini yaitu sebagai berikut:
- Pengertian kurikulum : plain for learning, rencana pembelajaran, pedoman pelaksana pembelajaran pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan.
- Tujuan pendidikan yang terdapat pada Pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
- Cerdas: memiliki
intelektual tinggi untuk kemajuan bangsa, peka terhadap keadaan, tidak hanya
pintar, tapi juga baik dalam moral.
-Tujuan pendidikan menurut UU No. 20
tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu: Pendidikan nasional
berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun
1945. Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak
serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab (Pasal 2 dan 3).
Tujuan yang tercantum dalam UU tersebut sangat mulia karena juga mendidik manusia agar beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga jangan sampai tujuan tersebut tereduksi dan tidak tercapai, jadi tujuan pendidikan tersebut harus ada dalam pembelajaran kurikulum.
-Bagaimana
praktik kurikulum disekolah?? Praktiknya yaitu siswa
lebih dapat mengembangkan potensinya, dosen juga mengajarkan kebesaran Tuhan, jadi tidak hanya mengajari dalam aspek teori tapi juga dalam aspek emosional dan spiritual, guru sebagai fasilitator
-Value Universitas Negeri Malang the learning university: seperti dua sisi mata uang yaitu learning organization dan learning resource.
-Kurikulum
itu harus membawa pesan, tidak hanya membawa kecerdasan tapi juga nilai
ketaqwaan, moral dsb.
-Mengapa keterbukaan kurikulum belum terbuka waktu di sd, smp,
sma, dan terbuka saat perkuliahan??keterbukaan kurikulum tidak terjadi di sd, smp, sma, karena mungkin siswa
belum sepenuhnya paham ketika dijelaskan mengenai kurikulum, jadi cukup menerima proses yang penting hasilnya nanti
sesuai tujuan kurikulum
-Apakah perlu ada
penjelasan tentang kurikulum ke siswa sd, smp, sma, ataukah tidak perlu jadi sekedar
menerima saja? kurikulum itu merupakan rencana pembelajaran, sebenarnya sudah ada
penjelasan mengenai rencana pembelajaran di sd smp sma di awal masuk sekolah tapi hal tersebut masih samar. Jadi kurikulum untuk sd dan smp sifatnya operasional konkrit (mengacu pada proses belajar
mengajar) bukan konsep yang abstrak, jadi tidak perlu penjelasan kurikulum, namun untuk
anak smp kelas 9 sudah mulai belajar operasional abstrak dan ada penjelasan kurikulum.
-Guru: tidak hanya transfer of
knowledge, namun juga harus transfer of value, yaitu pengembangan potensi dan keterampilan
individu, tetapi kenyataannya banyak guru yang hanya transfer of knowledge.
eg: belajar tentang
keanekaragaman, tetapi tidak menjelaskan tentang konservasi pemanfaatan untuk kesejahteraan
lingkungan
-Bagian penting pendidikan adalah PEMBELAJARAN PENDIDIKAN CULTURE yaitu pendidikan yang membangun orang yang menjadi produktif, tidak
sekedar meniru (eg: copas), tidak mendidik orang menjadi konsumtif (eg: cabe mahal, padahal menanam sendiri bisa, dan hasilnya tinggal memetik)
-Apa yg ada di pancasila harus
tercerminkan di kurikulum, sehingga apabila ada aliran filsafat dari luar, hal tersebut sebagai salah satu pendekatan dalam pengembangan kurikulum.
Dari perkuliahan hari ini saya lebih memahami makna dari kurikulum dan pentingnya kurikulum dalam mencapai tujuan pendidikan, tujuan pendidikan ini juga tidak hanya menciptakan manusia yang pintar dan cerdas namun juga harus dapat memperbaiki moral, serta mendidik siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jadi dalam mensukseskan tujuan kurikulum harus ada partisipasi dan kerjasama antara guru dengan murid, juga dalam praktiknya sebaiknya guru tidak hanya transfer of knowledge, tetapi juga harus transfer of value untuk mengembangkan potensi dan keterampilan individu, juga untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, dan dapat berinteraksi baik dengan lingkungan masyarakat, sehingga menghasilkan manusia yang baik secara vertikal yaitu dengan Tuhan, dan secara horisontal dengan kehidupan di dunia.
Semoga artikel ini bermanfaat :) ini saya sudah termasuk transfer of knowledge dan value beluum ? :D
0 komentar:
Posting Komentar