Senin, 30 Januari 2017

REFLEKSI DIRI DAY 3: KURIKULUM ON POINT


Nama   : Ira Hayani
NIM : 150341601970
Offering : B

Pada hari ini saya dan teman-teman berdiskusi bersama mengenai kurikulum, mulai dari memahami makna kurikulum juga. Hal-hal yang telah saya pelajari dan dapatkan hari ini yaitu sebagai berikut:
- Pengertian kurikulum : plain for learning, rencana pembelajaran, pedoman pelaksana pembelajaran pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan.
- Tujuan pendidikan yang terdapat pada Pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
- Cerdas: memiliki intelektual tinggi untuk kemajuan bangsa, peka terhadap keadaan, tidak hanya pintar, tapi juga baik dalam moral.
-Tujuan pendidikan menurut UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu: Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Pasal 2 dan 3).

Tujuan yang tercantum dalam UU tersebut sangat mulia karena juga mendidik manusia agar beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga jangan sampai tujuan tersebut tereduksi dan tidak tercapai, jadi tujuan pendidikan tersebut harus ada dalam pembelajaran kurikulum.

-Bagaimana praktik kurikulum disekolah?? Praktiknya yaitu siswa lebih dapat mengembangkan potensinya, dosen juga mengajarkan kebesaran Tuhan, jadi tidak hanya mengajari dalam aspek teori tapi juga dalam aspek emosional dan spiritual, guru sebagai fasilitator

-Value Universitas Negeri Malang the learning university: seperti dua sisi mata uang yaitu learning organization dan learning resource. 
 1. Learning organization: mengedepankan aspirasi, pengembangan kepedulian, jadi misal jika ada teman yang tidak bisa harus saling membantu, membelajarkan satu sama lain, membangun kapabilitas bersama, dosen menstransfer value.
 2. Learning resource maknanya sumber belajar, menjadi rujukan/tempat belajar baik scra individu maupun organisasi, dosen punya tuntutan tinggi tapi juga harus memfasilitasi mahasiswanya.

-Kurikulum itu harus membawa pesan, tidak hanya membawa kecerdasan tapi juga nilai ketaqwaan, moral dsb.

-Mengapa keterbukaan kurikulum belum terbuka waktu di sd, smp, sma, dan terbuka saat perkuliahan??keterbukaan kurikulum tidak terjadi di sd, smp, sma, karena mungkin siswa belum sepenuhnya paham  ketika dijelaskan mengenai kurikulum, jadi cukup menerima proses yang penting hasilnya nanti sesuai tujuan kurikulum

-Apakah perlu ada penjelasan tentang kurikulum ke siswa sd, smp, sma, ataukah tidak perlu jadi sekedar menerima saja? kurikulum itu merupakan rencana pembelajaran, sebenarnya sudah ada penjelasan mengenai rencana pembelajaran di sd smp sma di awal masuk sekolah tapi hal tersebut masih samar. Jadi kurikulum untuk sd dan smp sifatnya operasional konkrit (mengacu pada proses belajar mengajar) bukan konsep yang abstrak, jadi tidak perlu penjelasan kurikulum, namun untuk anak smp kelas 9 sudah mulai belajar operasional abstrak dan ada penjelasan kurikulum.

-Guru: tidak hanya transfer of knowledge, namun juga harus transfer of value, yaitu pengembangan potensi dan keterampilan individu, tetapi kenyataannya banyak guru yang hanya transfer of knowledge.
 eg: belajar tentang keanekaragaman, tetapi tidak menjelaskan tentang konservasi pemanfaatan untuk  kesejahteraan lingkungan

-Bagian penting pendidikan adalah PEMBELAJARAN PENDIDIKAN CULTURE yaitu pendidikan yang membangun orang yang menjadi produktif, tidak sekedar meniru (eg: copas), tidak mendidik orang menjadi konsumtif (eg: cabe mahal, padahal menanam sendiri bisa, dan hasilnya tinggal memetik)

-Apa yg ada di pancasila harus tercerminkan di kurikulum, sehingga apabila ada aliran filsafat dari luar, hal tersebut sebagai salah satu pendekatan dalam pengembangan kurikulum.

Dari perkuliahan hari ini saya lebih memahami makna dari kurikulum dan pentingnya kurikulum dalam mencapai tujuan pendidikan, tujuan pendidikan ini juga tidak hanya menciptakan manusia yang pintar dan cerdas namun juga harus dapat memperbaiki moral, serta mendidik siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jadi dalam mensukseskan tujuan kurikulum harus ada partisipasi dan kerjasama antara guru dengan murid, juga dalam praktiknya sebaiknya guru tidak hanya transfer of knowledge, tetapi juga harus transfer of value untuk mengembangkan potensi dan keterampilan individu, juga untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, dan dapat berinteraksi baik dengan lingkungan masyarakat, sehingga menghasilkan manusia yang baik secara vertikal yaitu dengan Tuhan, dan secara horisontal dengan kehidupan di dunia.


Semoga artikel ini bermanfaat :) ini saya sudah termasuk transfer of knowledge dan value beluum ? :D 

0 komentar:

Posting Komentar

 
- Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template